Strategi PMI dalam menghadapi bencana tidak hanya berfokus pada respons darurat, melainkan juga pada pembangunan ketangguhan komunitas secara menyeluruh. Palang Merah Indonesia (PMI) memahami bahwa kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana adalah mempersiapkan masyarakat sebelum bencana itu terjadi. Pendekatan ini melibatkan serangkaian program yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat lokal agar mampu merespons dan memulihkan diri pasca-bencana secara mandiri. Strategi PMI ini terbukti efektif dalam meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi, serta mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi di berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia.
Salah satu pilar utama Strategi PMI adalah program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (CBDP). Melalui program ini, relawan PMI secara aktif turun ke desa-desa, bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Mereka mengadakan sosialisasi, pelatihan simulasi evakuasi, dan pembentukan tim siaga bencana di tingkat RT/RW. Misalnya, pada bulan Maret 2024, PMI Cabang Kabupaten Cianjur telah melatih lebih dari 500 kepala keluarga di 15 desa rawan gempa mengenai prosedur evakuasi dan pertolongan pertama. Pelatihan ini juga melibatkan simulasi gempa bumi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, dengan dukungan dari BPBD dan aparat kepolisian setempat untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.
Selain itu, PMI juga fokus pada penguatan logistik dan sistem informasi. PMI secara rutin melakukan pembaruan data dan peta risiko bencana, serta mempersiapkan gudang-gudang logistik di berbagai daerah strategis. Gudang-gudang ini berisi kebutuhan dasar seperti tenda, selimut, makanan siap saji, dan peralatan medis, yang siap didistribusikan dalam waktu singkat saat terjadi bencana. Pada tahun 2023, PMI Pusat telah mengalokasikan bantuan logistik senilai 15 miliar Rupiah untuk disebar ke 34 provinsi sebagai bagian dari penguatan kapasitas respons. Pendekatan proaktif ini memungkinkan PMI dan masyarakat untuk bertindak cepat dan terkoordinasi. Dengan demikian, Strategi PMI tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi masyarakat agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.
