Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, berdiri tegak di atas fondasi tujuh Prinsip Dasar. Bagi setiap anggota, terutama yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), tujuh prinsip ini bukan sekadar kalimat hafalan, melainkan pedoman moral dan etika yang membentuk Jiwa Relawan Muda. Memahami dan mengamalkan tujuh prinsip ini adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan setiap Jiwa Relawan Muda untuk menjadi agen kemanusiaan yang efektif dan berintegritas. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh Jiwa Relawan Muda PMI selalu netral dan universal.
Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah:
- Kemanusiaan (Humanity): Prinsip inti ini adalah dasar dari semua kegiatan. Gerakan ini lahir dari keinginan untuk memberikan bantuan tanpa diskriminasi kepada semua yang terluka di medan pertempuran, serta mencegah dan meringankan penderitaan manusia di mana pun mereka berada. Hal ini mencakup penghormatan terhadap martabat manusia.
- Kesamaan (Impartiality): Memberikan bantuan tanpa membedakan kebangsaan, ras, agama, status sosial, atau pandangan politik. Bantuan harus diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan, bukan faktor lain.
- Kenetralan (Neutrality): Gerakan tidak boleh memihak dalam permusuhan atau terlibat dalam kontroversi politik, ras, agama, atau ideologi. Prinsip ini sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan semua pihak.
- Kemandirian (Independence): Gerakan harus mandiri. Meskipun berfungsi sebagai pembantu bagi otoritas publik dalam kegiatan kemanusiaan mereka, organisasi harus selalu mempertahankan otonominya. Hal ini memungkinkan PMI bertindak sesuai dengan Prinsip Gerakan setiap saat.
- Kesukarelaan (Voluntary Service): Gerakan adalah organisasi bantuan sukarela yang tidak didorong oleh keinginan untuk mencari keuntungan. Ini adalah etos yang melekat pada setiap relawan PMR.
- Kesatuan (Unity): Hanya boleh ada satu organisasi Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di satu negara. Di Indonesia, organisasi ini adalah PMI, yang terbuka untuk semua.
- Kesemestaan (Universality): Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah adalah institusi global. Semua Perhimpunan Nasional memiliki status yang sama dan berbagi tanggung jawab serta tugas yang sama dalam membantu satu sama lain.
Setiap anggota PMR diwajibkan mengikuti Pelatihan Kepalangmerahan Dasar yang intensif, yang mencakup sesi khusus pada hari Sabtu pagi, 17 Agustus 2024, yang didedikasikan untuk pendalaman prinsip-prinsip ini melalui studi kasus dan simulasi. Pemahaman yang mendalam tentang Prinsip Kemandirian, misalnya, sangat penting saat PMI bekerja sama dengan pihak pemerintah atau militer; relawan harus memastikan bantuan kemanusiaan tetap bebas dari agenda politik mana pun.
Pada saat bencana terjadi, seperti gempa bumi atau banjir bandang, prinsip Kesamaan dan Kenetralan menjadi pedoman praktis. Relawan PMI harus memberikan Pertolongan Pertama atau bantuan logistik kepada korban tanpa menanyakan asal usul atau latar belakang mereka. Prinsip-prinsip ini memastikan PMI dapat mengakses semua area yang membutuhkan bantuan, bahkan di zona konflik, karena kredibilitasnya sebagai pihak netral. Tujuh Prinsip ini bukan hanya sekumpulan aturan, melainkan kompas moral yang membimbing seluruh Gerakan Kemanusiaan.
